tugas manajemen ke 13
A. Pengertian Pembelajaran Yang Efektif Dan Menyenangkan
Hakikat
pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja
terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses
pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan,
ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.
Pembelajaran
efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa dan juga
dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan
kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki
yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara
belajarnya sendiri.
Salah satu hal
yang harus dikedepankan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
adalah menyertakan partisipasi siswa di dalam kelaS.Selain untuk membangun
komunikasi dengan siswa, pengajar juga dapat mengetahui apa yang menjadi
kebutuhan bagi para siswa. Jika situasi ini tak terbangun, bisa jadi siswa akan
merasa canggung berbicara dengan guru dan komunikasi tidak akan berjalan baik.
Akibatnya, pengajar juga akan mengalami kesulitan untuk mengetahui apa yang
menjadi keinginan siswa.
B. Menciptakan
Suasana Pembelajaran Yang Efektif Dan Menyenangkan Bagi Siswa
Untuk dapat
belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur,
misalnya ruang belajar harus bersih, tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu
konsentrasi belajar, ruangan cukup terang, tidak gelap dan tidak mengganggu
mata, sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau lengkap. Dalam
mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif, maka perlu dilakukan
langkah-langkah berikut ini:
1. Melibatkan
Siswa secara Aktif
Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke
dalam beberapa hal, antara lain:
a. Aktivitas visual, seperti membaca, menulis,
melakukan eksprimen.
b. Aktivitas
lisan, seperti bercerita, tanya jawab.
c. Aktivitas mendengarkan, seperti
mendengarkan penjelasan guru, mendengarkan pengarahan guru.
d. Aktivitas
gerak, seperti melakukan praktek di tempat praktek.
e. Aktivitas menulis, seperti mengarang,
membuat surat, membuat karya tulis.
Aktivitas
kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa,
atau lebih memperhatikan aktivitas siswa. Berikut ini cara meningkatkan
keterlibatan siswa :
- Tingkatkan
partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan
berbagai teknik mengajar.
- Berikanlah
materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran.
- Usahakan agar
pembelajaran lebih menarik minat siswa. Untuk itu guru harus mengetahui
minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran.
2. Menarik Minat dan
Perhatian Siswa
Kondisi
pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam
belajar.
Minat merupakan
suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini besar sekali
pengaruhnya terhadap belajar, sebab dengan minat seseorang akan melakukan
sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin
melakukan sesuatu. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan
sifat, bakat dan kecerdasan siswa. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat,
bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati.
3. Membangkitkan
Motivasi Siswa
Motif adalah
semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk
melakukan sesuatu. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan
motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan
mencapai tujuan. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa
sehingga ia mau belajar. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan
motivasi siswa :
a) Guru
berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi
belajarnya;
b) Pada
awal kegiatan pembelajaran, guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada
siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, sehingga
siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut.
c) Guru
berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
d) Guru
hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan
usahanya sendiri;
e) Guru
selalu berusaha menarik minat belajar siswa.
f) Sering-seringlah
memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin.
4. Memberikan
pelayanan individu Siswa
Perlunya
keterampilan guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap
oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan, dan disini pulalah perlu
adanya pelayanan individu siswa.
Memberikan
pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara
perorangan saja, melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam
satu kelas tertentu. Sistem pembelajaran individual atau privat, belakangan ini
memang cukup marak dilakukan melalui les-les privat atau melalui lembaga-lembaga
pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual.
5. Menyiapkan
dan Menggunakan berbagai Media dalam Pembelejaran
Alat peraga/media
pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu
memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah
terjadinya verbalisme pada diri siswa. Pembelajaran yang efektif harus mulai
dengan pengalaman langsung yang yang dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan
memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam membantu
menyukseskan proses pembelajaran di kelas.
Di dalam
menyiapkan dan menggunakan media atau alat peraga, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, sebagai berikut :
- Alat peraga yang
digunakan hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap materi
pelajaran yang diasjikan.
- Alat peraga yang
dipilih hendaknya sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta
perbedaan individual dalam kelompok.
- Alat yang
dipilih hendaknya tepat, memadai dan mudah digunakan.
C. Tujuan pengelolaan kelas yang
efektif
`Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah untuk meningkatkan
mutu pembelajaran. Mutu pembelajaran aka tercapai, jika tercapainya tujauan
pembelajaran.Karakter akelas yang dihasilkan karena adanya proses pengelolaa
kelas yang baik akan memiliki sekurang-urangnya tiga ciri, yakni:
1. Speed,
artinya anak dapat belajar dalam percepatan proses dan progres, sehingga
membutuhkan waktu yang relatif singkat.
2. Simple, artinya
organisasi kelas dan materi menjadi sederhana, mudah dicerna dan situasi kelas
menjadi kondusif.
3. Self-confidence, artinya
anak dapat belajar dengan kondisi yang penuh rasa percaya diri atau menganggap
dirinya mampu mengikuti pelajaran dan belajar berprestasi.
D. Usaha-usaha
yang di Tempuh dalam Manajemen Kelas Sehingga Dapat Meningkatkan Efektifitas
Proses Belajar Mengajar
Untuk
meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar ada langkah yang ditempuh
dalam proses manajemen kelas yang efektif
1. Menganalisis
kondisi kelas yang nyata.
Setelah
menentukan kondisi kelas yang diinginkan, guru selanjutnya menganalisis keadaan
yang ada yakni membandingkan keadaan yang nyata dengan keadaan yang diharapkan
kemudian menentukan kondisi dengan keadaan yang diharapkan, dengan demikian
kondisi ini memungkinkan guru mengetahui :
a. Kesenjangan antara kondisi sekarang dengan yang
diharapkan kemudian menantikan kondisi yang perlu di perhatikan segera dan mana
yang dapat diselesaikan kemudian, dan mana yang memerlukan pemantauan.
b. Masalah
yang mungkin terjadi yakni kesenjangan yang mungkin timbul jika guru gagal
mengambil tindakan pemecahan.
c. Kondisi sekarang yang perlu dipelihara dan
dipertahankan karena dianggap sudah baik.
2. Memilih
dan menggunakan strategi pengelolaan.
Guru yang efektif
adalah guru yang menguasai berbagai strategi manajerial yang terkandung dalam
berbagai pendekatan manajemen kelas dan mampu memilih serta menggunakan
strategi yang paling sesuai dalam situasi tertentu yang telah dianalisis
sebelumnya, proses pemilihan ini dapat dianggap suatu kerja komputer, guru
memeriksa strategi-strategi yang tersimpan dalam sel-sel komputer dan memilih
strategi yang memberikan harapan untuk meningkatkan kondisi yang dianggap
sesuai.
Menilai
efektifitas pengelolaan Dalam tahap ini guru menilai efektifitas pengelolaannya
artinya dari waktu ke waktu guru harus menilai sejauh mana keberhasilan
memelihara dan menciptakan kondisi yang sesuai. Proses penilaian ini memusatkan
perhatian kepada dua perangkat perilaku. Perilaku pertama adalah perilaku guru
dalam arti sejauh mana guru telah menggunakan perilaku manajemen yang
direncanakan akan dilakukan. Perilaku kedua adalah perilaku peserta didik,
yaitu sejauh mana peserta didik berperilaku yang sesuai. Yakni apakah mereka
telah melakukan apa-apa yang diharapkan untuk dilakukan.
Pembelajaran nya menarik kak
BalasHapusMenarikkk sekaliii bggg
BalasHapusBaguss sekali
BalasHapusBgus sekali
BalasHapusMantul mantap betul
BalasHapusSangat membantu sekali ilmunyaa
BalasHapusSangat membantu sekali ilmunyaa
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusPembelajaran baik seperti apa yg bisa saudara hendra jelas terapkan selain dari teori teori yang telah ada?
BalasHapusIlmu yg sngat bermanfaat khususnya calon guru
BalasHapus