tgs 9 manajemen ke sd an
A. Faktor-Faktor Mempengaruhi Belajar di Kelas
1. Faktor yang mempengaruhi belajar
Dalam belajar ada dua faktor yang
mempengaruhi seseorang, yaitu: faktor dalam diri manusia dan di luar diri
manusia atau dalam istilah lain faktor internal dan eksternal manusia.
a. Faktor Interenal
Faktor
internal yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri seseorang sendiri dan
dapat mempengaruhi terhadap belajarnya. Faktor internal dibedakan menjadi
beberapa jenis yaitu:
1) Aspek Psikologis
a) Intelegensi
Sangat Besar pengaruhnya
terhadap kemajuan belajar. Inteligensi adalah kecakapan yang
terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke
dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif mengetahui/menggunakan
konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya
dengan cepat. Intelegensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. Dalam
situasi yang sama, peserta didik yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi
akan lebih berhasil dari pada yang mempunyai intelegensi yang rendah. Walaupun
begitu peserta didik yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi belum pasti
berhasil dalam belajarnya. Hal ini disebabkan karena belajar adalah suatu
proses yang komples dengan banyak faktor yang mempengaruhinya sedangkan
intelegensi adalah salah satu faktor di antara faktor yang lain.
b) Perhatian
Untuk menjamin hasil
belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang
akan dipelajarinya. Perhatian adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu
semata-mata tertuju kepada suatu objek (benda/hal) atau sekumpulan objek
·
Minat
Besar pengaruhnya terhadap belajar, karena
bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat, siswa tidak
akan belajar sungguh-sungguh.
·
Bakat
Merupakan kecakapan potensial yang
dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan.
·
Motivasi
Motivasi erat sekali hubungannya dengan
tujuan yang akan dicapai. Motivasi dapat diartikan sebagai dorongan dasar yang
menggerakkan seseorang untuk bertingkah laku kearah suatu tujuan tertentu [1].
·
Kesiapan
Kesiapan perlu diperhatikan dalam proses
belajar, karena jika siswa sudah mempunyai kesiapan untuk belajar, maka hasil
belajar baik.
2) Faktor Jasmaniah
Faktor jasmaniah ini terdiri atas dua
faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor kesehatan dan cacat tubuh.Sehat
berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-bagiannya/bebas dari
penyakit. Kesehatan adalah keadaan atau hal sehat. Kesehatan seseorang
berpengaruh terhadap belajarnya karena proses belajar seseorang akan terganggu
jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga akan cepat lelah, kurang
bersemangat, mudah pusing, ngantuk jika badannya lemah, kurang darah ataupun
ada gangguan-gangguan/kelainan kelainan alat inderanya serta tubuhnya.Agar
seseorang dapat belajar dengan baik haruslah mengusahakan kesehatan badannya
tetap terjamin dengan cara selalu mengindahkan ketentuan-ketentuan tentang
bekerja,belajar, istirahat, tidur, makan olah raga, rekreasi dan ibadah.
Cacat tubuh adalah faktor yang
mempengaruhi belajar berupa sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang
sempurna mengenai tubuh/badan. Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar.
Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu, jika hal ini terjadi maka hendaknya
ia belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat bantu agar dapat
menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatan itu.
3) Faktor Kelelahan
Kelelahan pada seseorang walaupun sulit
untuk dipisahkan tetapi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan
jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah
lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh karena
terjadi kekacauan substansi sisa pembakaran di dalam tubuh, sehingga darah
tidak/kurang lancar pada bagian-bagian tertentu. Sedangkan kelelahan rohani
dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan
untuk menghasilkan sesuatu hilang, kelelahan ini sangat terasa pada bagia
kepala dengan pusing-pusing sehingga sulit untuk konsentrasi seolah-olah
otak kehabisan daya untuk bekerja.
Kelelahan baik secara jasmani maupun
rohani dapat dihilangkan dengan cara-carasebagai berikut:
·
Tidur,
·
Istirahat,
·
Mengusahakan variasi dalam belajar, juga dalam bekerja,
·
Menggunakan obat-obatan yang bersifat melancarkan peredaran darah, misalnya
obat gosok,
·
Reaksi dan ibadah yang teratur,
·
Olahraga secara teratur, dan
·
Mengimbangi makan dengan makanan yang memenuhi syarat-syarat kesehatan
(memenuhi empat sehat lima sempurna),
·
Jika kelelahan sangat serius cepat-cepat menghubungi seorang ahli, misalnya
dokter, psikiater dan lain-lain.
2. Faktor Eksteren
Faktor eksteren adalah faktor-faktor yang berasal dari
lingkungan luar dan dapat mempengaruhi terhadap belajarnya. Faktor eksternal
dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu:
a. Aspek Keluarga
Pendidkan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang
diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai
budaya, nilai moral, dan keterampilan. Aspek keluarga terdiri dari:
1) Cara Orang Tua
Mendidik Anak Cara orang tua mendidik anak besar pengaruhnya terhadap belajar
anaknya. Orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya dapat
menyebabkan anak kurang berhasil dalam belajarnya.
2) Suasana Rumah Untuk
menjadikan anak belajar dengan baik perlu diciptakan suasana rumah yang tenang
dan tenteram. Jika suasana rumah tenang, seorang anak akan betah tinggal di
rumah dan anak dapat belajar dengan baik.
3) Keadaan Ekonomi
Keluarga Keadaan ekonomi keluarga juga sangat mempengaruhi belajar anak.
b. Aspek Sekolah
Aspek sekolah yang mempengaruhi hasil belajar terdiri dari:
1) Metode mengajar
Menurut Slameto
(2010:65) Metode mengajar adalah suatu cara/jalan yang harus dilalui di dalam
mengajar [7]. Metode mengajar yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa.
Agar siswa dapat belajar dengan baik, maka metode mengajar diusahakan yang
semenarik mungkin.
2) Relasi Guru dengan
Siswa
Guru yang kurang
berinteraksi dengan siswa, dapat menyebabkan proses belajarmengajar kurang
lancar.
3) Disiplin
Kedisiplinan sekolah
sangat erat hubungannya dengan kerajinan siswa pergi ke sekolah dan juga
belajar.
4) Keadaan Gedung
Jumlah siswa yang
banyak serta karakteristik masing-masing yang bervariasi, mereka menuntut
keadaan gedung harus memadai dalam setiap kelas.
5) Alat Pelajaran
Mengusahakan alat
pelajaran yang baik dan lengkap perlu agar guru dapat belajar dan menerima
pelajaran dengan baik.
6) Waktu sekolah
Waktu sekolah ialah
waktu terjadinya proses belajar mengajar di sekolah, waktu itu dapat pagi hari,
siang, dan sore hari. Waktu sekolah juga mempengaruhi
belajar peserta didik. Jadi memilih waktu sekolah yang tepat akan
memberi pengaruh yang positif terhadap belajar.
7) Standar Pelajaran di
Atas Ukuran
Guru berpendirian
untuk mempertahankan wibawanya, perlu memberi pelajaran di atas ukuran standar.
Akibatnya peserta didik kurang mampu dan takut kepada guru. Guru
dalam menuntut penguasaan materi harus sesuai dengan
kemampuan peserta didik msing-masing. Yang penting tujuan yang telah
dirumuskan dapat tercapai.
8) Keadaan Gedung
Dengan
jumlah peserta didik yang banyak serta variasi karakteristik mereka
masing-masing menuntut keadaan gedung dewasa ini harus memadai di dalam setiap
kelas.
9) Metode Belajar
Banyak peserta
didik melaksanakan cara belajar yang salah. Dalam hal ini perlu pembinaan dari
guru. Dengan cara belajar yang tepat akan efektif pula hasil
belajar peserta didik itu. Juga dalam pembagian waktu untuk belajar.
10) Tugas Rumah
Waktu belajar terutama
adalah di sekolah, di samping untuk belajar waktu di rumah biarlah digunakan
untuk kegiatan-kegiatan lain. Maka diharapkan guru jangan terlalu banyak
memberi tugas yang harus dikerjakan di rumah, sehingga anak tidak mempunyai
waktu lagi untuk kegiatan lain
c. Aspek Masyarakat
Aspek masyarakat
terdiri dari:
1) Bentuk Kehidupan
Masyarakat
Kehidupan masyarakat
di sekitar juga dapat menpengaruhi belajar anak. Pengaruh tersebut dapat
mendorong semangat anak atau siswa belajar lebih giat atau sebaliknya.
2) Teman Bergaul
Agar siswa dapat
belajar dengan baik, maka diusahakan agar siswa memiliki teman bergaul yang
baik dan pengawasan dari orang tua serta pendidik harus cukup bijaksana.
Pengaruh-pengaruh dari teman bergaul siswa lebih cepat masuk dalam jiwanya
daripada yang kita duga. Teman bergaul yang baik akan berpengaruh baik terhadap
diri siswa, dan sebaliknya.
3) Media Masa
Yang termasuk dalam
mass media adalah bioskop, radio, TV, surat kabar, majalah, buku-buku, komik-komik
dan lain-lain. Mass media yang baik memberi pengaruh yang baik
terhadap peserta didik dan juga terhadap belajarnya. Sebaliknya mass
media yang jelek juga berpengaruh jelek terhadap peserta didik.
2. Mengatur Kondisi Kelas dan Iklim Belajar Siswa
Pengaturan lingkungan belajar sangat diperlukan agar anak mampu melakukan
kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan emosionalnya. Lingkungan belajar yang
memberi kebebasan kepada anak untuk melakukan pilihan-pilihan akan mendorong
anak untuk terlibat secara fisik, emosional, dan mental dalam proses belajar,
dan karena itu, akan dapat memunculkan kegiatan-kegiatan yang
kreatif-produktif. ltulah sebabnya, mengapa setiap anak perlu diberi kebebasan
untuk melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang mampu dan mau
dilakukannya.
Pengelolaan kelas yang baik, dapat dilakukan dengan 6 cara sebagai berikut;
1. Penciptaan lingkungan
fisik kelas yang kondusif
2. Penataan ruang belajar
sebagai sentra belajar
3. Penciptaan atmosfir
belajar yang kondusif
4. Penetapan strategi
pembelajaran dan
5. Pemanfaatan media dan
sumber belajar
6. Penilaian hasil
belajar.
Lingkungan fisik di kelas meliputi pengaturan ruang belajar yang didesain
sedemikian rupa sehingga tercipta kondisi kelas yang menyenagkan dan dapat
menumbuhkan semangat dan keinginan untuk belajar dengan baik seperti:
pengaturan meja, kursi, lemari, gambar-gambar afirmasi, pajangan hasil karya
siswa yang berprestasi, alat-alat peraga, media pembelajaran dan jika perlu di
iringi dengan nuansa musik yang sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan
atau nuansa musik yang dapat membangun gairah belajar siswa. Design ruang kelas
yang baik dimaksudkan untuk menanamkan, menumbuhkan, dan memperkuat rasa
keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. Dengan ruang kelas yang
baik, para siswa dapat berkomunikasi secara bebas, saling menghormati dan
menghargai pendapat masing-masing.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan oleh guru dalam menata
lingkungan fisik kelas menurut Loisell (Winataputra, 2003: 9.22) yaitu:
1. Visibility
(KeleluasaanPandangan)
Visibility artinya
penempatan dan penataan barang-barang di dalam kelas tidak mengganggu pandangan
siswa, sehingga siswa secara leluasa dapat memandang guru, benda atau kegiatan
yang sedang berlangsung. Begitu pula guru harus dapat memandang semua siswa
kegiatan pembelajaran.
2. Accesibility (mudah
dicapai)
Penataan ruang harus
dapat memudahkan siswa untuk meraih atau mengambil barang-barang yang
dibutuhkan selama proses pembelajaran. Selain itu jarak antar tempat duduk
harus cukup untuk dilalui oleh siswa sehingga siswa dapat bergerak dengan mudah
dan tidak mengganggu siswa lain yang sedang bekerja.
3. Fleksibilitas
(Keluwesan)
Barang-barang di dalam
kelas hendaknya mudah ditata dan dipindahkan yang disesuaikan dengan kegiatan
pembelajaran. Seperti penataan tempat duduk yang perlu dirubah jika proses
pembelajaran menggunakan metode diskusi, dan kerja kelompok.
4. Kenyamanan
Kenyamanan disini
berkenaan dengan temperatur ruangan, cahaya, suara, dan kepadatan kelas.
5. Keindahan
Prinsip keindahan ini
berkenaan dengan usaha guru menata ruang kelas yang menyenangkan dan kondusif
bagi kegiatan belajar. Ruangan kelas yang indah dan menyenangkan dapat
berengaruh positif pada sikap dan tingkah laku siswa terhadap kegiatan
pembelajaran yang dilaksanakan.
Penyusunan dan pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak duduk
bekelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu dan
memantau tingkah laku siswa dalam belajar. Dalam pengaturan ruang belajar,
hal-hal berikut perlu diperhatikan yaitu:
1. Ukuran bentuk kelas
2. Bentuk serta ukuran
bangku dan meja
3. Jumlah siswa dalam
kelas
4. Jumlah siswa dalam
setiap kelompok
5. Jumlah kelompok dalam
kelas
6. Komposisi siswa dalam
kelompok (seperti siswa yang pandai dan kurang pandai, pria dan wanita).
Tempat duduk merupakan fasilitas atau barang yang diperlukan oleh siswa
dalam proses pembelajaran terutama dalam proses belajar di kelas di sekolah
formal.tempat duduk dapat mempengaruhi proses pembelajaran siswa, bila tempat
duduknya bagus, tidak terlalu rendah, tidak terlalu besar, bundar, persegi
empat panjang, sesuai dengan keadaan tubuh siswa. Maka siswa akan merasa nyaman
dan dapat belajar dengan tenang.
Hal yang tidak boleh kita lupakan bahwa dalam penataan tempat duduk
siswa tersebut guru tidak hanya menyesuaikan dengan metode pembelajaran yang
digunakan saja. Tetapi seorang guru perlu mempertimbangkan karakteristik
individu siswa, baik dilihat dari aspek kecerdasan, psikologis, dan biologis siswa
itu sendiri. Hal ini penting karena guru perlu menyusun atau menata tempat
duduk yang dapat memberikan suasana yang nyaman bagi para siswa.
3. Kondisi yang Mempengaruhi Iklim Belajar
1. Kondisi Fisik
Lingkungan fisik
tempat belajar memberikan pengaruh terhadap hasil bejar anak. Guru harus dapat
menciptakan lingkungan yang membantu perkembangan pendidikan peserta didik.
a. Ruang tempat
berlangsungnya pembelajaran; Ruang Kelas, Ruang Laboratorium, Ruang
Serbaguna/Aula.
b. Pengaturan tempat
duduk; Pola berderet atau berbaris-belajar, Pola susun berkelompok, Pola
formasi tapal kuda, Pola lingkaran atau persegi.
c. Ventilasi dan
pengaturan cahaya.
d. Pengaturan penyimpanan
barang-barang.
2. Kondisi Sosio
Emosional
Kondisi
sosio-emosional akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses
belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan
pengajaran.
a. Tipe kepemimpinan guru
Fungsi yang melekat
pada guru ketika berada dalam kelas. Gaya apa yang muncul ketika guru
melaksanakan peran sebagai pemimpin dalam pembelajaran di
kelas. Apakah gaya otoriter segala sesuatunya diatur dan diarahkan
oleh sendiri dan siswa tidak diberikan kesempatan untuk terlibat didalamnya,
atau gaya demokrasi dimana terjadi proses timbal balik antara guru dan murid
sesuai dengan peranannya masing-masing.
b. Sikap guru
Sikap yang
diperlihatkan oleh guru di depan kelas atau di luar kelas yang akan
mempengaruhi mood anak, apakah anak merasa tertarik dengan sikap guru atau
malah tidak tertarik. Sikap yang baik sebagai seorang guru,
bapak/ibu, kakak, orang dewasa yang memberikan bimbingan tentunya adalah hal
yang paling baik diperlihatkan.
c. Pembinaan hubungan
baik
Hubungan antara guru
dengan murid harus dibangun berdasarkan fungsi masing-masing dalam konteks
belajar mengajar dikelas, akan tetapi apabila memungkinkan dapat juga dibangun
sifat-sifat kekeluargaan dan keakraban yang menyebabkan siswa merasa nyaman dan
aman berhubungan seperti dengan orang tuanya.
3. Kondisi Organisasional
Kegiatan rutin secara
organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah akan
mencegah timbulnya masalah dalam pengelolaan kelas.
a. Pergantian pelajaran
Ketika terjadi
penggantian dalam pelajaran harus disikapi oleh guru karena dalam proses ini
ada jeda (kekosongan) yang memungkinkan terjadinya interaksi yang tidak
diharapkan dari siswa dengan siswa lainnya. Perlu disikapi dengan arif
bahwa ketika mengahiri pelajaran guru tidak terlalu cepat karena guru
selanjutnya apakah sudah tiba dan apabila belum maka masa jeda itu terlalu
lama.
b. Guru berhalangan hadir
Guru yang berhalangan
hadir akan menyebabkan terjadinya kekosongan dalam proses belajar mengajar.
Untuk menghindari terjadinya keributan atau perilaku-perilaku yang tidak
diharapkan dari siswa seperti berlarian kesana kemari menggangu kelas lain, dan
menimbulkan kerusakan pada fasilitas kelas, maka guru piket harus paham apa
yang terjadi dan mempersiapkan diri untuk menutup ketidakhadiran tersebut.
c. Masalah antar siswa
Masalah antar siswa
biasanya terjadi karena kondisi emosional yang tidak terkendali dan tidak
terorganisasikan oleh guru. Guru harus memahami karakteristik dan
potensi guru sehingga dapat dipahami keseluruhan perilaku masing-masing dan
menekan munculnya konflik diantaranya.
d. Upacara bendera
Pada saat upacara
bendera siswa harus diorganisasikan berdasarkan tingkatan kelas sehingga mereka
dapat tertib mengikuti kegiatan upacara bendera.
e. Kegiatan lain
Kesehatan dan
kehadiran siswa, penyampaian informasi dari sekolah kepada guru dan siswa,
peraturan sekolah yang baru, kegiatan rekreasi dan social.
4. Kondisi Administrasi
Teknis
Kondisi administrasi
teknik akan turut mempengaruhi manajemen pembelajaran di dalam kelas.
a. Daftar presensi,
kerapihan, kebersihan dan keteraturan
Daftar presensi akan
memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Keterdukungan
dari sisi keteraturan dalam presensi akan memberikan efek psikologis terhadap
siswa karena terjadi keadilan dalam perlakuan.
b. Ruang bimbingan siswa
Ruang bimbingan siswa
diarahkan untuk memberikan bantuan pada siswa yang secara emosional memiliki
masalah. Hal terpenting dari ruang bimbingan adalah bagaimana ruang tersebut
tidak menimbulkan ketakutan ketika harus berhubungan dengan guru disana.
c. Tempat baca
Tempat baca merupakan
bagian dari fasilitas yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi
dengan kawannya, dengan fasilitas dan guru.
d. Tempat sampah
Tempat sampah yang
bersih ditempatkan di tempat yang tepat dan tidak menggangu kegiatan belajar
maupun bermain siswa, akan memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran di kelas. Bau sampah, berserakan dimana-mana, siswa tidak
mengetahui tempat penyimpanan sampah atau karena tidak ada tempat sampah akan
berakibat buruk pada kondisi sosio-emosional dan fisik siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Adriantoni.
2019. Bahan Ajar Manajemen Kelas Suatu Keterampilan Guru
Profesional. Tidak diterbitkan.
Nasution.
(2003). Berbagi pendekatan dalam proses belajar & mengajar. Jakarta:
PT. Bumi Aksara
Rukmana, Ade dan Asep
Suryana. 2006. Pengelolaan Kelas. Bandung: UPI PRESS.
Udin S.
Winataputra.2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Universitas
Terbuka
Wiyani, N.
A.2013. Manajemen kelas. Jogjakarta: Ar-Ruzz media.
Tariakasih info nya kak
BalasHapusBagus kak
BalasHapus