A. Pengertian Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yaitu pengelolaan dan kelas. Pengelola sendiri akar katanya adalah “kelolah” di tambah awalan “pe” dan akhiran “an”. Istilah lain dari pengelolaan adalah “ manajemen” . manajemen adalah kata yang di adopsi dari bahasa inggris, yaitu management, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan.
Menurut Oemar Hamalik pengelolaan kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama.
Menurut Suharismi Arikunto, manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan arti dari manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar dapat dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
B. Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Setelah seorang guru sebagai manajer kelas dapat memahami prinsip-peinsip manajeman kelas yang dijadikan sebagai landasan dalam pelaksanaan kegiatan manajeman kelas, selanjutnya untuk dapat melaksanakannya guru juga harus menguasai berbagai komponen keterampilan dalam manajemen kelas.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, komponen diartikan dengan bagian dari keseluruhan dari unsur. Sementara keterampilan berasal dari kata terampil. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata terampil diartikan sebagai cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu, dan cekatan. Sementara keterampilan diartikan sebagai kecekapan untuk menyelesaikan tugas. Jadi, komponen keterampilan manajemen kelas adalah keseluruhan kemampuan yang dimiliki oleh guru dalam menyelesaikan tugasnya sebagai manajeman kelas.
Keterampilan pengelolaan kelas berkaitan dengan kompetensi pedagogis. Iklim kelas yang kondusif untuk belajar ikut mempengaruhi kesuksesan guru dalam mengantarkan siswa mencapai tujuan pembelajaran.
menurut Moh. Uzer Usman, setidaknya ada empat komponen keterampilan manajeman kelas.
Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi.
Keterampilan mengorganisasi.
Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar.
Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar
C. Permasalahan Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Hal ini merupakan hambatan kemajuan pelajaran atau aktivitas kelas. Siswa pada umumnya mencatat sebagai hal yang membosankan dan tidak mau terlibat dalam kegiatan dikelas. Pengulangan Penjelasan Yang Tidak Perlu Terjadi Jika Guru memberi petunjuk yang berulang-ulang secara tidak perlu membagi kelas dalam memberikan petunjuk atau secara terpisah memberi petunjuk ke setiap kelompok yang sebelumnya dapat diberikan secara bersama-sama kepada seluruh kelompok sekali saja di depan kelas.
Ketrampilan ini berhubungan dengan tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan tindakan optimal. Apabila terdapat anak didik yang menimbulkan gangguan yang berulang-ulang walaupun guru telah mencoba memadamkan dengan tanggapan yang relevan tetap saja terjadi kembali, guru dapat meminta bantuan, Kepala Sekolah, Konselor/BP dan Waka kesiswaan untuk membantu mengatasinya.
Bukanlah kesalahan professional guru apabila tidak dapat menangani permasalahan anak didik dalam kelas berkenaan dengan itu guru dapat menggunakan seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan terhadap tingkah anak didik yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang tidak mau terlibat dalam kegiatan di kelas.
1. Strategi Yang Dapat Digunakan
a) Modifikasi Tingkah Laku
Guru hendaklah menganalisis tingkah anak didik yang mengalami masalah dan berusaha memodifikasi tingkahlaku tersebut. Dengan mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis.
1) Dapat kerjasama dengan rekan kerja mengatasi masalah
2) Merinci dengan tepat tingka yang menimbulkan masalah
3) Memilih dengan teliti tingkah yang diperbaiki dengan mudah untuk diubah, tingkah yang paling menjengkelkan yang sering muncul.
4) Tepat memilih pemberian penguatan yang dapat digunakan untuk mempertahankan tingkah yang telah menjadi baik.
b) Pendekatan Pemecahan Masalah Kelompok
1) Memperlancar tugas, mengadakan terjadinya kerjasama yang baik dalam pelaksanaan tugas.
2) Memelihara kegiatan-kegiatan kelompok, memelihara dan memulihkan semangat anak didik dan menangani konflik yang timbul.
3) Menemukan dan memecahkan tingkahlaku yang menimbulkan masalah.
4) Guru dapat menggunakan seperangkat cara untuk mengendalikan tingkahlaku keliru yang muncul, guru harus mengetahui sebab dasar yang mengakibatkan ketidak patuhan tingkah tersebut. Serta berusaha mencari pemecahanya.
2. Hal-hal yang harus di hindari
a. Campur Tangan Yang Berlebihan
Seperti guru menyela kegiatan yang asik berlangsung dengan komen atau petunjuk mendadak, maka kegiatan siswa akan terganggu atau terputus. Kesan guru tidak memperhatikan kebutuhan siswa, hanya memuaskan dirinya saja.
b. Kelenyapan
Terjadi jikagagal secara tepat melengkapi suatu intruksi penjelasan atau petunjuk, komentar. Kemudian menghentikan penjelasan atau sajian tanpa alas an yang jelas dan membiarkan pikiran anak mengawang-awang.
c. Ketidak tepatan memulai dan mengahiri kegiatan
Terjadi jika guru memulai suatu aktivitas tanpa mengakhiri aktivitas sebelumnya.
d. Penyimpangan
Terjadi jika dalam kegiatan PBM guru terlalu asik dengan kegiatan tertentu seperti sibuk dengan tempat duduk yang tidak rapi atau cerita sesuatu yang tidak ada hubungan dengan materi terlalu jauh, sehingga kelancaran kegiatan di kelas terganggu.
e. Bertele-tele
1. Mengulang-ulangi hal-hal tertentu
2. Memperpanjang pelajaran atau penjelasan
3. Mengubah teguran menjadi ocehan yang panjang
Daftar pustaka
Asril, Zainal. 2010. Microteaching. Padang : PT . Raja Grafindo Persada
Bahri Djamara, Syaiful dan Zain, Aswan. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta :2006
Rumana, Ade . 2006 . Pengelolaan Kelas. Bandung: Upi Pres
Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yaitu pengelolaan dan kelas. Pengelola sendiri akar katanya adalah “kelolah” di tambah awalan “pe” dan akhiran “an”. Istilah lain dari pengelolaan adalah “ manajemen” . manajemen adalah kata yang di adopsi dari bahasa inggris, yaitu management, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan.
Menurut Oemar Hamalik pengelolaan kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama.
Menurut Suharismi Arikunto, manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan arti dari manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar dapat dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
B. Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Setelah seorang guru sebagai manajer kelas dapat memahami prinsip-peinsip manajeman kelas yang dijadikan sebagai landasan dalam pelaksanaan kegiatan manajeman kelas, selanjutnya untuk dapat melaksanakannya guru juga harus menguasai berbagai komponen keterampilan dalam manajemen kelas.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, komponen diartikan dengan bagian dari keseluruhan dari unsur. Sementara keterampilan berasal dari kata terampil. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata terampil diartikan sebagai cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu, dan cekatan. Sementara keterampilan diartikan sebagai kecekapan untuk menyelesaikan tugas. Jadi, komponen keterampilan manajemen kelas adalah keseluruhan kemampuan yang dimiliki oleh guru dalam menyelesaikan tugasnya sebagai manajeman kelas.
Keterampilan pengelolaan kelas berkaitan dengan kompetensi pedagogis. Iklim kelas yang kondusif untuk belajar ikut mempengaruhi kesuksesan guru dalam mengantarkan siswa mencapai tujuan pembelajaran.
menurut Moh. Uzer Usman, setidaknya ada empat komponen keterampilan manajeman kelas.
Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi.
Keterampilan mengorganisasi.
Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar.
Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar
C. Permasalahan Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Hal ini merupakan hambatan kemajuan pelajaran atau aktivitas kelas. Siswa pada umumnya mencatat sebagai hal yang membosankan dan tidak mau terlibat dalam kegiatan dikelas. Pengulangan Penjelasan Yang Tidak Perlu Terjadi Jika Guru memberi petunjuk yang berulang-ulang secara tidak perlu membagi kelas dalam memberikan petunjuk atau secara terpisah memberi petunjuk ke setiap kelompok yang sebelumnya dapat diberikan secara bersama-sama kepada seluruh kelompok sekali saja di depan kelas.
Ketrampilan ini berhubungan dengan tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan tindakan optimal. Apabila terdapat anak didik yang menimbulkan gangguan yang berulang-ulang walaupun guru telah mencoba memadamkan dengan tanggapan yang relevan tetap saja terjadi kembali, guru dapat meminta bantuan, Kepala Sekolah, Konselor/BP dan Waka kesiswaan untuk membantu mengatasinya.
Bukanlah kesalahan professional guru apabila tidak dapat menangani permasalahan anak didik dalam kelas berkenaan dengan itu guru dapat menggunakan seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan terhadap tingkah anak didik yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang tidak mau terlibat dalam kegiatan di kelas.
1. Strategi Yang Dapat Digunakan
a) Modifikasi Tingkah Laku
Guru hendaklah menganalisis tingkah anak didik yang mengalami masalah dan berusaha memodifikasi tingkahlaku tersebut. Dengan mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis.
1) Dapat kerjasama dengan rekan kerja mengatasi masalah
2) Merinci dengan tepat tingka yang menimbulkan masalah
3) Memilih dengan teliti tingkah yang diperbaiki dengan mudah untuk diubah, tingkah yang paling menjengkelkan yang sering muncul.
4) Tepat memilih pemberian penguatan yang dapat digunakan untuk mempertahankan tingkah yang telah menjadi baik.
b) Pendekatan Pemecahan Masalah Kelompok
1) Memperlancar tugas, mengadakan terjadinya kerjasama yang baik dalam pelaksanaan tugas.
2) Memelihara kegiatan-kegiatan kelompok, memelihara dan memulihkan semangat anak didik dan menangani konflik yang timbul.
3) Menemukan dan memecahkan tingkahlaku yang menimbulkan masalah.
4) Guru dapat menggunakan seperangkat cara untuk mengendalikan tingkahlaku keliru yang muncul, guru harus mengetahui sebab dasar yang mengakibatkan ketidak patuhan tingkah tersebut. Serta berusaha mencari pemecahanya.
2. Hal-hal yang harus di hindari
a. Campur Tangan Yang Berlebihan
Seperti guru menyela kegiatan yang asik berlangsung dengan komen atau petunjuk mendadak, maka kegiatan siswa akan terganggu atau terputus. Kesan guru tidak memperhatikan kebutuhan siswa, hanya memuaskan dirinya saja.
b. Kelenyapan
Terjadi jikagagal secara tepat melengkapi suatu intruksi penjelasan atau petunjuk, komentar. Kemudian menghentikan penjelasan atau sajian tanpa alas an yang jelas dan membiarkan pikiran anak mengawang-awang.
c. Ketidak tepatan memulai dan mengahiri kegiatan
Terjadi jika guru memulai suatu aktivitas tanpa mengakhiri aktivitas sebelumnya.
d. Penyimpangan
Terjadi jika dalam kegiatan PBM guru terlalu asik dengan kegiatan tertentu seperti sibuk dengan tempat duduk yang tidak rapi atau cerita sesuatu yang tidak ada hubungan dengan materi terlalu jauh, sehingga kelancaran kegiatan di kelas terganggu.
e. Bertele-tele
1. Mengulang-ulangi hal-hal tertentu
2. Memperpanjang pelajaran atau penjelasan
3. Mengubah teguran menjadi ocehan yang panjang
Daftar pustaka
Asril, Zainal. 2010. Microteaching. Padang : PT . Raja Grafindo Persada
Bahri Djamara, Syaiful dan Zain, Aswan. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta :2006
Rumana, Ade . 2006 . Pengelolaan Kelas. Bandung: Upi Pres
Makasih atas pembelajaranya kak
BalasHapusSangat bermanfaat sekali, terima kasih
BalasHapusBisa sabagai tambahan refensi
BalasHapus