TGS MANAJEMEN KELAS
A. KONSEP
MANAJEMEN KELAS
Definisi
Manajemen Kelas
Manajemen kelas terdiri dari dua kata,
yaitu manajemen dan kelas. Manajemen merupakan rangkaian usaha untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan orang lain, sedangkan yang
dimaksud dengan kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan
belajar bersama sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dalam kelas
tersebut, guru berperan sebagai manajer utama dalam merencanakan, mengorganisasikan,
mengaktualisasikan, dan melaksanankan pengawasan atau supervisi kelas.
Menurut konsepsi lama, manajemen kelas
adalah sebagai upaya untuk mempertahankan ketertiban kelas. Sementara itu
menurut konsepsi modern, manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan
alat yang tepat terhadap problem dan situasi manajemen kelas.
Menurut Direktorat Jenderal Pemerintah
Umum dan Otonomi Daerah (Dirjen POUD) dan Diretorat Jenderal Pendidikan Dasar
dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur
kegiatan proses belajar mengajar secara sistimatis. Usaha sadar itu mengarah
pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan
ruang belajar, mewujudkan situasi/kondisi proses belajar mengajar dan
pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan
kurikuler dapat tercapai.
Berdasarkan berbagai uraian yang telah
dikemukakan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas adalah
usaha sadar untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasikan, serta
melaksanakan pengawasan terhadap program dan kegiatan yang ada di kelas
sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara kondusif, efektif,
dan efisien.
Jadi Manjemen kelas sangat lah di
perlukan untuk mempertahakan kondisi terbaik belajar dan mengajar di kelas,
karna pada manajemen kelas adalah usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses
belajar mengajar
B. TUJUAN MANAJEMEN KELAS
Dalam proses manajemen kelas
keberhasilannya dapat dilihat dari tujuan apa yang ingin dicapainya, oleh
karena itu guru harus menetapkan tujuan apa yang hendak dicapai dengan kegiatan
manajemen kelas yang dilakukannya. Secara umum, manajemen kelas bertujuan untuk
menciptakan suasana kelas yang nyaman sebagai tempat berlangsungnya kegiatan
belajar mengajar atau pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan tersebut akan
dapat berjalan efektif dan terarah sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
dapat tercapai.
Menurut Sudirman dkk., tujuan manajemen
kelas adalah menyediakan fasilias dari bermacam-macam kegiatan belajar peserta
didik dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas.
Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan peserta didik belajar dan bekerja,
terciptanya suasana sosial yang memberi kepuasan, suasana disiplin,
perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi.
Tujuan manajemen kelas menurut
Direktorat Jenderal Pemerintah Umum dan Otonomi Daerah dan Diretorat Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah sebagaimana dikutip oleh Tim Dosen Administrasi
Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, sebagai berikut;
1. Mewujudkan
situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai
kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan
semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan
berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3. Menyediakan
dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung adan memungkinkan
peserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan
intelektual peserta didik dalam kelas.
4. Membina
dan membimbing peserta didik sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi,
budaya serta sifat-sifat individualnya.
Sedangkan secara lebih khusus Syaiful
Bahri Djamarah yang dikutip oleh Novan Ardi Wiyani, mengungkapkan tujuan manajemen
kelas sebagai berikut:
1. Untuk
peserta didik
a. Mendorong
peserta didik mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya
dan kebutuhan untuk mengontrol diri.
b. Membantu
peserta didik mengetahui perilaku yang sesuai dengan tata tertibkelas dan
memahami jika teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan.
c. Membangkitkan
rasa tanggung jawab untuk melibatkan diri dalam tugas dan pada kegiatan yang
diadakan.
2. Untuk
guru
a. Mengembangkan
pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan
yang tepat.
b. Menyadari
kebutuhan peserta didik dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara
jelas kepada peserta didik.
c. Mempelajari
bagaimana merespons secara efektif terhadap tingkah laku peserta didik yang
mengganggu.
d. Memiliki
strategi remedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam
hubungannya dengan masalah perilaku peserta didik yang muncul di dalam kelas.
Jadi berdasarkan uraian diatas tujuan Manajemen
kelas yaittu menyediakan fasilias dari bermacam-macam kegiatan belajar peserta
didik, menimbukan rasa tangguung jawab dan menciptakan suasana kelas yang
nyaman sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar atau
pembelajaran
Jadi tujuan manajemen kelas sangatlah bermanfaat
bagi siswa maupun guru, karena pada saat pembelajaran di sd siswa akan lebih
termotivasi dan membentuk karakter yang bertanggung jawab. Proses belajar
mengajar pun akan lebih berfariasi dan nyaman karena adanya tujuan manajemen
kelas tersebut
C.
PROSES
MANAJEMEN KELAS
Manajemen kelas dikatakan menarik,
karena pada satu sisi memerlukan kemampuan pribadi dan ketekunan menghadapi,
sedangkan di sisi lain pihak manajemen kelas sangat menentukan berhasil
tidaknya pencapaian tujuan intruksional yang telah ditentukan. Oleh karena itu,
guru merupakan kunci keberhasilan dalam manajemen proses belajar mengajar.
Dengan demikian maka prosedur manajemen kelas merupakan langkah-langkah yang
harus ditempuh untuk melakukan pekerjaan manajemen kelas itu dengan baik. Hal
ini mengandung pengertian bahwa langkah-langkah yang akan diambil itu harus
didahului dengan suatu pertimbangan yang matang setelah itu mulai merencanakan
serta merumuskan langkah-langkah yang dilaksanakan. Adapun prosedur manajemen
kelas dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu:
1.
Prosedur manajemen kelas dimensi
pencegahan.
Dimensi proses
pencegahan merupakan langkah-langkah yang harus diambil oleh guru dalam rangka
mengatur siswa, fasilitas, atau format belajar mengajar yang tepat yang
mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar. Langkah-langkah prosedur
manajemen kelas dimensi pencegahan adalah sebagai berikut:
a.
Peningkatan kesadaran diri sebagai
guru. Peningkatan kesadaran diri sebagai guru merupakan langkah strategis
karena akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan
modal dasar bagi guru dalam melaksanakan tugasnya.
b.
Peningkatan kesadaran tanggung
jawab siswa. Untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab siswa perlu diberikan
pengertian tentang kewajiban dan hak-haknyasebagai anggota kelompok/kelas.
Saling pengertian akan meningkatkan kerjasama antara guru dan siswa.
c.
Sikap tulus dari guru. Guru perlu
bersikap dan bertindak secara wajar, tulus dan tidak pura-pura terhadap siswa.
Karena sikap dan tindakan demikian sangat membantu dalam manajemen kelas.
d.
Mengenal dan menentukan alternatif
manajemen.
2.
Prosedur manajemen kelas dimensi
penyembuhan.
Langkah-langkah
tindakan penyembuhan terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat menggangu
proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Langkah-langkah prosedur
manajemen kelas dimensi penyembuhan adalah sebagai berikut: .
a.
Menganalisis masalah. Menyimpulkan
latar belakang penyimpangan dan selanjutnya menentukan alternatif
penanggulngannya.
b.
Menilai alternatif-alternatif
pemecahan. Menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah yang tepat dalam
menanggulangi masalah.
Jadi
dapat di simpulakn bahwa poses manajemen kelas di kategorikan meenjadi dua
yaitu prosedur maanajemen kelas dimensi pencegahan dan prosedu manajemen kelas
dimensi penyembuhan, pada dimensi pencegaan ini hanya terfokus untuk guru dalam
ranga mengatur siswa agar tidak melakukan kesalahan pada saat pembelajaran. Dan
pada dimensi penyembuhan tindakan penanggulangan pada saat terjadinya gangguan
proses belajar mengajar
Jadi
poses manajemen kelas di sd sangatlah di perlukan karna pada saat proses
manajemen kelas ini menentukan berhasil tidaknya pencapaian tujuan
intruksioanal yang telah di tentukan.
D.
Strategi
Manajemen Kelas
Strategi pengelolaan kelas adalah pola
atau siasat, yang menggambarkan
langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan
kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar optimal, aktif,
dan menyenangkan dengan efektif dan
efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut Suwardi (2013:217), suasana
sekolah dinyatakan kondusif apabila warga sekolah merasakan adanya kenyamanan,
ketentraman, kemesraan, kegembiraan dan antusias dalam pelaksanaan
pembelajaran. Sekolah memastikan sarana prasarana seperti kursi, meja, lemari
yang terdapat di sekolah adalah sesuai dengan kebutuhan. Bangunan sekolah dan
ruangan kelas yang dilengkapi ventilasi udara yang baik dan dilengkapi
penerangan yang mencukupi dan suasana
yang sunyi sehingga peserta didik merasa nyaman
ketika pembelajaran berlangsung di kelas. Jadi, kelas yang kondusif adalah
suatu kondisi pembelajaran dimana terciptanya suasana yang nyaman, aman,
menyenangkan dalam kelas sehingga menciptakan kesadaran siswa untuk belajar.
Iklim kelas yang kondusif merupakan
pertimbangan utama dan memberikan daya tarik tersendiri bagi proses
pembelajaran. Iklim belajar kondusif harus ditunjang oleh beberapa fasilitas
yang menyenangkan demi kelancaran proses pembelajaran. Seperti sarana, penataan
kelas, laboratorium untuk praktek, pengaturan lingkungan belajar, penampilan
dan sikap guru, hubungan yang harmonis antara peserta didik sendiri, serta
penataan organisasi dan bahasan pembelajaran secara tepat sesuai dengan
kemampuan peserta didik. Segala sesuatu dalam lingkungan kelas menyampaikan
pesan yang memacu atau menghambat belajar.
Gunawan (2004:156) mengernukakan tiga
elemen penting dalam komunikasi supaya proses belajar mengajar dapat
berlangsung dengan baik, yaitu :
1. Konten
Konten merupakan bagian guru, dimana
semua materi dapat dipersiapkan dengansebaik-baiknya. Konten tidak hanya
menyangkut informasi yang disampaikan tetapi juga mencakup kemampuan
membina hubungan dengan murid, membangkitkanmotivasi, memberikan nilai tambah
dan rasa ingin tahu.
2. Penyampaian Informasi
Meliputi media penyampaian informasi,
kontak mata, suara, ekspresi wajah maupungerak tubuh.
3. Konteks
Konteks merupakan kondisi atau situasi
yag terlibat meliputi suasana hati yang berlakudi kelas dan di
sekolah.Secara lebih luas
Menurut Catharina ada beberapa strategi
motivasi belajar antara lain sebagai berikut:
1. Membangkitkan
minat belajar
Pengaitan pembelajaran dengan minat
siswa adalah sangat penting dan karena itu tunjukkanlah bahwa pengatahuan yang
dipelajari itu sangat bermanfaat bagi mereka. Cara lain yang dapat dilakukan
adalah memberikan pilihan kepada siswa tentang materi pembelajaran yang akan
dipelajari dan cara-cara mempelajarinya.
2. Mendorong
rasa ingin tahu
Guru yang terampil akan mampu menggunakan cara untuk
membangkitkan dan memelilhara rasa ingin tahu siswa didalam kegiatan
pembelajaran. Metode pembelajaran studi kasus, diskoveri, inkuiri, diskusi,
curah pendapat, dan sejenisnya merupakan beberapa metode yang dapat digunakan
untuk membangkitkan hasrat ingin tahu siswa.
Jadi strategi manajemen kelas sangatlah di perlukan di
sd, karena dengan menggunakan strategii manajemn kelas kita bisa menciptkan dan
mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, nyaman, dan tentram pada saat
pembelajaraan
Daftar Pustaka
Bermanfaat sekali
BalasHapusGood
BalasHapusSangat bermanfaat kak, semoga bisa kita terapkan dilapangan nantinya🙏
BalasHapusMatetinya keren
BalasHapusTerimakasih materinya sangat bagus dan manfaat
BalasHapusTerimakasih materinya sangat bagus dan manfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBisa sabagai tambahaj refensi
BalasHapusSangat membantu, saya suka👍
BalasHapus